Keluarga Cemara: Dari Sinetron jadi Film

16 Jan

Bagi para penggemar sinetron tempo dulu Keluarga Cemara, ada kabar gembira bagi Anda karena serial favorit Anda ini akan dapat ditonton di layar lebar. Walaupun sang produser, Anggia Kharisma menuturkan bahwa mengangkat drama yang sudah sangat dicintai oleh kebanyakan masyarakat Indonesia bukanlah hal yang mudah. Apalagi drama tersebut mengutamakan nilai-nilai kekeluargaan yang tinggi.

 

Masih menurut Anggia, sebagai ibu dirinya juga merindukan film yang mengangkat nilai-nilai kekeluargaan serta kejujuran.

 

Setting lebih modern

Film Keluarga Cemara akan dikemas dengan konsep modern dan mengangkat kisah tentang konflik-konflik yang lebih umum terjadi pada rumah tangga zaman sekarang. Film ini mempunyai tujuan agar dapat menjadi teladan bagi keluarga-keluarga Judi Bola modern untuk tetap bertahan menghadapi berbagai cobaan bila ingin rumah tangganya ideal sebagaimana dalam Keluarga Cemara ini.

 

Pada awalnya, penulis scenario, Gina S Noer mengaku mengalami kesulitan dalam memilih actor dan aktris yang nantinya akan berperan sebagai Emak, Abah, serta anak-anak Keluarga Cemara hingga akhirnya terpilih Agus Ringgo Rahman serta mantan VJ MTV, Nirina Zubir sebagai Abah dan Emak. Kemudian ada pula Zara JKT 48 sebagai Euis, Widuri Putri Sasono yang memerankan Ara, Maudy Koesnaedi sebagai Tante Pressier, dan Asri Welas sebagai Ceu Salmah.

 

Yang menjadi alasan pemilihan Nirina dan Agus Ringgo karena keduanya adalah aktris dan actor yang cerdas dan seringkali berkontribusi dalam penulisan scenario. Ringgo sendiri mengaku bahagia dipilih untuk memerankan Abah, seorang ayah yang digambarkan ideal dalam menjadi kapten bagi keluarganya. Ia pun mengatakan bahwa Abah mempunyai karakter yang kuat dan luar biasa serta dibutuhkan di  jaman sekarang.

 

Arswendo Atmowiloto pengarang cerita Keluarga Cemara

Bagi Anda yang belum tahu, film Keluarga Cemara yang dahulu merupakan sinetron serial di salah satu televisi swasta ini adalah adaptasi dari cerita seri yang dimuat di Majalah Hai. Penulisnya adalah Arswendo Atmowiloto yang dahulu bekerja sebagai wartawan pada redaksi majalah tersebut.

 

Tak disangka cerita yang ditulisnya hampir 44 tahun yang lalu tersebut meraih kesuksesan serta banyak diingat oleh masyarakat Indonesia. Ini karena semakin banyak orang yang ingin lebih banyak menyaksikan sinetron berkualitas di tengah serbuan sinetron-sinetron remaja yang mengangkat gaya hidup hedonism, percintaan tak sehat, serta kekerasan.

 

Sang pemilik karya mengaku bahwa asal mula ia menulis cerita itu simple saja. Saat masih bekerja di majalah HAI ia ingin membuat cerita serial yang mengangkat tema bahwa orang sangat mungkin hidup dengan jujur dan tetap merasa bahagia. Kira-kira demikian.

 

Ia juga berharap dapat menyaksikan cerita dengan versi lain dari kisah Keluarga Cemara karyanya sehingga memberikan cerita tersebut pada Visinema Pictures untuk digarap menjadi sebuah film.  Selain itu yang bersangkutan juga merasakan kecocokan bekerja sama dengan rumah produksi tersebut.

 

Arswendo merasa yakin bahwa kesuksesan seseorang berawal dari keluarga. Karena itu ia menegaskan bahwa sejak dahulu hingga sekarang ada dua nilai yang akan terus berlaku yaitu rasa syukur serta kejujuran. Kemampuan untuk bersyukur akan membuat seseorang menjadi baik.

 

Walaupun tak ikut terlibat dalam pembuatan film ini, Arswendo mengaku bahwa ia berharap banyak bahwa Keluarga Cemara ini nantinya dapat menginspirasi banyak keluarga di Indonesia. Dari film ini memang akan didapatkan banyak nilai serta pelajaran penting, contohnya bagaimana seorang anak bersikap kepada orang tuanya dan sebaliknya.

 

Jadi, jangan sampai lewatkan penayangannya di tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *