Ahmad Basarah Dipolisikan Terkait Pernyataannya

29 Des

Ahmad Basarah Dipolisikan Terkait Pernyataannya

Ahmad Basarah Dipolisikan Terkait Pernyataannya, Anhar, seorang pengagum Soeharto telah melaporkan Wakil Sekertaris Jendra PDIP Ahmad Basarah ke Bareskrim Polri atas kasus tudingan yang menyebutkan bahwa Soeharto adalah guru korupsi.

Anhar menyebut dirinya resah atas pernyataan Ahmad Basarah tersebut yang dinilai kurang pantas dan sangat tidak sopan.

Ahmad Basarah Dipolisikan Terkait Keresahan Atas Ucapan Ahmad Basarah Tentang Soeharto

Karena keresahannya, akhirnya Anhar melaporkan Ahmad Basarah ke kepolisian. “Kita telah elaporkan Ahmad Basarah atas ucapan beliau yang menyatakan bahwa Soeharto adalah guru korupsi.

Oleh karenanya, kami merasa sangat terpukul merasa dirugikan mengingat Soeharto bagi kami adalah tokoh bangsa, guru bangsa dan bapak pembangunan,”

ucap Anhar kepada para wartawan yang hadir di Kantor Baresrim Polri Gedung KKP, yang berada di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat pada Senin 3 Desember 2018.

Saat melapor ke Bareskrim ditemani dengan kuasa hukum serta lima orang lainnya, Sebagai masyarakat biasa, Anhar mengaku resah dengan pernyataan Ahmad Basarah.

Sebagai seseorang yang harusnya bisa menjadi panutan, dia kan kita ketahui sebagai wakil pimpinan MPR, tidak pantas dia berucap demikian, menurut kami itu sangatlah tidak masuk akal,” Ujar Anhar lagi.

Ahmad Basarah Dipolisikan Terkait Pernyataannya sangat Keji

Sementara sampai hari ini belum ada satu putusan pengadilan yang menyatakan bahwa pak Soeharto itu adalah bersalah dalam tuduhan Pak Ahmad Basarah tersebut.”

Ungkap Anhar kembali. Kuasa hukum Anhar pun ikut angkat bicara, Djamaluddin selaku kuasa hukum Anhar,

Mengatakan bahwa pihaknya sengaja melaporkan Ahmad Basarah dilengkapi juga dengan sejumlah bukti seperti hasil print out dari beberapa media online yang bertuliskan penyataan Ahmad Basarah.

Bukti-bukti tersebut kemudian diserahkan bersamaan dengan pelaporan kepada Bareskrim Polri.

Djamaluddin berharap agar pihak kepolisian dapat bersikap netral dengan tidak memihak pihak manapun dan dapat dengan segera menyelidiki laporan dari kliennya, yaitu Anhar.

Laporan Anhar sudah tertulis dalam nomor laporan LP/B/1571/XII/2018/BARESKRIM. Anhar melaporkan Ahmad Basarah dengan menggunakan pasal 156 KUHP.

Soeharto guru korupsi sebelumnya sudah disampaikan oleh wasekjen PDIP Ahmad Basarah. Ia menyebutkan bahwa negara Indonesia telah menetapkan perancangan program pemberantasan korupsi,

kolusi dan nepotisme atau KKN. Hal ini juga sudah disebutkan dalam Tap MPR Nomor.11 tahun 1998 untuk menegakkan hukum terhadap pidana korupsi.

“ Termasuk oleh mantan presiden soeharto. Jadi guru dari korupsi Indonesia sesuai Tap MPR Nomor 11 Tahun 98 itu.

Mantan presiden Soeharto dan itu mantan mertuanya Prabowo.” Ucap ahmad basarah pada Rabu 28 November 2018.

Ahmad Basarah Dipolisikan Terkait  Sejumlah Advokat Yang Ada Mengklaim Siap Membela Ahmad Basarah

Sejumlah advokat dari seluruh penjuru Indonesia diklaim sudah siap untuk membela Ahmad Basarah.

Kesiapan para advokat itu diungkapkan oleh Hasto Kristiyanto, sekretaris jederal PDI Perjuangan.

“ kami sudah mendapat banyak telepon dari sejumlah daerah, ada banyak advokat yang siap membela pak Ahmad Basarah.” Ucap Hasto Kristiyanto.

Hasto Kristiyanto juga menambahkan bahwa rencana partai berkarya terkait kasus Ahmad Basarah itu ternyata ditanggapi dengan serius oleh pihak internal partai.

Pernyataan Ahmad Basarah yang menjadi persoalan sebenarnya hanya ingin membangkitkan momentum dan kembali mengingat akan semangat reformasi ditengah kehidupan masyarakat.

Tapi agaknya hal tersebut justru mendapat respon negatif dari partai berkarya. Sehingga partai berkarya melaporkan Ahmad Basarah ke kepolisian terkait pernyataannya yang menyebutkan bahwa Soeharto adalah guru korupsi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *